Pada hari Kamis, 8 Agustus 2024, mahasiswi KKN Undip TIM II melakukan demonstrasi kepada Ibu-Ibu lansia di Desa Jambeyan terkait pengolahan limbah dapur rumah menjadi cairan pembersih multifungsi bernama eco enzyme. Pengolahan limbah dapur tersebut bertujuan untuk mengurangi penumpukan dan pembakaran limbah rumah tangga di Desa Jambeyan. Selain mengurangi penumpukan limbah dapur, hasil pengolahan limbah dapur menjadi eco enzyme multifungsi dapat dimanfaatkan menjadi pembersih lantai saat mengepel, menjadi pupuk organik untuk tanaman rumahan, dan menjadi bahan tambahan sabun. Eco enzyme yang didemonstrasikan terbuat dari limbah-limbah kulit buah dengan campuran cairan gula merah, dan air. Perbandingan komposisi eco enzyme yang dibuat adalah 3 bagian limbah, 1 bagian gula merah, dan 10 bagian air. Eco enzyme dibuat dalam botol plastik dengan tutup, kemudian difermentasi dan dapat dimanfaatkan setelah 3 bulan fermentasi.
Kegiatan demonstrasi diikuti dengan pembagian poster berisi prosedur pembuatan eco enzyme dan pembagian sampel eco enzyme kepada setiap Ibu yang hadir dalam acara. Ibu-ibu sangat antusias dan tertarik selama kegiatan demonstrasi berlangsung, hal tersebut terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh ibu-ibu. Dengan dilakukannya demonstrasi pembuatan eco enzyme diharapkan proses pembuatan eco enzyme dapat menjadi hobi baru bermanfaat untuk mengisi waktu luang lansia di Desa Jambeyan. Pembuatan eco enzyme juga menjadi salah satu upaya untuk mengolah limbah dapur warga Desa Jambeyan, karena di Desa Jambeyan belum memiliki regulasi pembuangan sampah yang terstruktur, tukang sampah tidak bertugas di semua RT di Desa Jambeyan, sehingga sebagian besar warga membakar sampah mereka. Pembakaran sampah akan menimbulkan polusi udara, maka dari itu diperkenalkan pembuatan eco enzyme untuk mengurangi polusi udara dari pembakaran sampah.
Penulis : Andini Kuswoyo Putri
Editor : Tri Wibowo