Desa Jambeyan, Kabupaten Klaten (26/7/24). Sejalan dengan bertambahnya usia, berbagai masalah kesehatan dan penyakit yang khas terjadi pada lansia mengalami peningkatan. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah penurunan fungsi kognitif yang umumnya ditandai dengan menurunnya daya ingat atau memori. Kondisi yang mempengaruhi kemampuan kognitif tersebut disebut dengan demensia. Semakin berat demensia yang dialami seseorang dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari.
Banyaknya lansia di Desa Jambeyan, Karanganom mengakibatkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro memberikan edukasi mengenai pencegahan demensia yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya kader posyandu lansia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya demensia pada lansia dengan deteksi dini mengenai fungsi kognitif dan pelaksanaan senam otak sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi kognitif. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Undip memberikan program kerja “Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia dalam Pencegahan Demensia”.
Kegiatan pemberdayaan kader lansia dalam pencegahan demensia tersebut dilaksanakan pada Hari Jum’at, 26 Juli 2024 di Pos Posyandu Lansia Jambeyan, Dukuh Kalongan, Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan kader posyandu lansia beserta dengan lansia yang datang dalam Posyandu Lansia Jambeyan tersebut. Pada kegiatan ini terdapat pemberian edukasi mengenai penyakit demensia dan cara pemeriksaan demensia yang cukup mudah dilakukan bagi orang pada umumnya, yaitu menggunakan Skrining Mini Cog and Clock Drawing Test. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan senam otak secara bersama-sama.
Para kader posyandu lansia beserta dengan lansia yang hadir sangat antusias dalam demonstrasi mengenai pemeriksaan sebagai upaya deteksi dini demensia tersebut dengan meminta dilakukan demonstrasi secara berulang. Selain itu, mereka juga sangat antusias dalam pelaksanaan senam otak tersebut hingga terus mencoba beberapa gerakan senam yang telah dilakukan meskipun kegiatan sudah selesai dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan para kader posyandu lansia mampu melakukan deteksi dini terhadap demensia dan mampu melakukan pencegahan demensia bersama dengan lansia lainnya.
Nafia Tirta Nuraini, Mahasiswa Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
KKN TIM II UNDIP 2024
Editor: Tri Wibowo